Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘rakyat’

Oleh Beto Sendhi

Sri Sultan Hemengkubuwono X bulan yang lalu mengungkapkan keputusannya untuk tidak menjadi Patih (Gubernur) mendatang. Keputusan tersebut kontan mendapat tangapan positif dari berbagai kalangan. Pembahasan kembali rancangan Undang-undang status Keistimewaan Yogyakarta adalah salah satu respon itu.

Pembahasan kembali tentang status Kesitimewan Yogyakarta ini dikarenakan selama ini status itu hanya label saja. Baik secara defato maupun dejure, dengan stutus itu tidak ada khas Yogyakarta sebagai daerah istimewa. Yogyakarta tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lain yang melaksanakan otonomi daerah yang tidak berstatus istimewa. Yang membedakan karena di Yogyakarta masih ada dualisme kepemimpinan: Sultan sebagai Patih dan Raja sekaligus.

Karena itu, bagaimana saat ini menjadikan Yogyakarta benar-benar istimewa bukan hanya sekedar label. Namun hal tersebut memunculkan banyak kekhawatiran rakyat akan masa depan Yogyakarta umumnya dan kraton khususnya. Pasalnya, dengan mundurnya Sultan sebagai Patih berarti wewenangnya hanya terbatas pada kebijakan-kebijakan yang hanya berhubungan dengan Kraton padahal rakyat Yogyakarta masih mengakui Sultan sebagai sosok yang harus diikuti titahnya. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »