<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Beto</title>
	<atom:link href="http://betosendhi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://betosendhi.wordpress.com</link>
	<description>izinkan aku singgah d rumahMU</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jun 2008 07:02:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='betosendhi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/45a0d610e2ecd97c90696a9d7335a930?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Beto</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>WARREN BUFFET, SI KAYA YANG SEDERHANA</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/06/24/warren-buffet-si-kaya-yang-sederhana/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/06/24/warren-buffet-si-kaya-yang-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 07:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[kaya raya]]></category>
		<category><![CDATA[sederhana]]></category>
		<category><![CDATA[warren buffet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[
oleh Beto Sendhi
“Orang yang paling bahagia bukanlah mereka yang memiliki sesuatu yang paling bagus. Tetapi mereka itu adalah orang yang mengapresiasi segala sesuatu yang mereka punya”
Siapa yang tidak kenal terhadap Warren Buffet. Dia adalah orang terkaya kedua di dunia, yang telah menyumbangkan kekayaannya sebesar $31 juta. Meski banyak yang tahu siapa itu Warren Buffet, belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=37&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a href="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/06/warren-buffet.jpg"><img class="size-medium wp-image-35 alignleft" src="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/06/warren-buffet.jpg?w=172&#038;h=162" alt="" width="172" height="162" /></a><em></em></p>
<p class="MsoNormal"><em>oleh Beto Sendhi</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>“</em><em>Orang yang paling bahagia bukanlah mereka yang memiliki sesuatu yang paling bagus. Tetapi mereka itu adal</em><em>ah orang yang mengapresiasi segala sesuatu yang mereka punya”</em></p>
<p class="MsoNormal">Siapa yang tidak kenal terhadap Warren Buffet. Dia adalah orang terkaya kedua di dunia, yang telah menyumbangkan kekayaannya sebesar $31 juta. Meski banyak yang tahu siapa itu Warren Buffet, belum tentu banyak juga yang tahu bagaimana dia menjalani kehidupannya sebelum dan sesudah menjadi orang terkaya di dunia.</p>
<p class="MsoNormal">Kehidupan Warren Buffet sangat menarik dan inspiratif. Jika orang mengetahuinya pasti menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda kekaguman atas kehidupannya yang tidak lumrah.</p>
<p class="MsoNormal">Dia memulai aktifitas bisnisnya pada umur muda belia, yaitu pada umur 11 tahun. Pada saat itu, dia telah membeli saham untuk pertamakalinya. Pada umur 14 tahun dia kemudian membeli perusahaan kecil dari hasil kegiatan meloper koran. Saat ini perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki sebanyak 63 anak perusahaan.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p class="MsoNormal">Meski dalam padangan umum bahwa usia sebelas tahun memulai usaha adalah <span> </span>umur yang terlalu muda, namun tidak demikian menurut Buffet. Menurutnya, dia sangat terlambat untuk memulai kehidupan bisnisnya. Seharusnya dia memualainya jauh lebih muda dari itu.</p>
<p class="MsoNormal">Buffet mengurus perusahaannya itu dengan santai. Dia hanya menulis satu surat setiap tahunnya yang dikirmkan kepada CEO perusahaan-perusahaannya tersebut untuk memberi arahan-arahan selama setahun. Dia tidak pernah mengadakan pertemuan dan menelpon mereka secara teratur. Dia hanya menempatkan orang pada posisi yang tepat. Dia hanya memberi CEO perusahaannya dua hal. <em>Pertama, </em>jangan pernah menghilangkan bagian sahammu. <em>Kedua,</em> jangan pernah melupakan hal (aturan) yang pertama.</p>
<p class="MsoNormal">Meski menjadi orang kaya raya, jangan dikira kehidupannya diisi dengan hura-hura dan kemewahan bergelimang harta. Dia bahkan hidup dalam segala kesederhanaan.</p>
<p class="MsoNormal">Coba bayangkan, jangankan hura-hura, memegang handphone dan fasilitas komputer di atas mejanya pun dia tidak pernah melakukannya. Padahal banyak orang yang tidak kaya seberapa malah membeli barang-barang yang mewah-mewah yang tidak sesuai dengan pemasukannya.</p>
<p class="MsoNormal">Buffet saat ini tinggal di rumah yang telah dibelinya setelah menikah pada 50 tahun yang lalu, yaitu sebuah rumah yang hanya terdiri dari 3 tempat tidur kecil di kawasan kota Omaha. Rumah itu tidak memiliki pagar. Namun dia mengatakan bahwa dia memiliki segala yang ia butuhkan di rumah itu.</p>
<p class="MsoNormal">Dia menyetir sendiri mobilnya kemanapun dan tidak memiliki sopir dan sekuriti di sekitarnya. Dia juga tidak pernah bepergian dengan pesawat jet, meskipun dia memiliki perusahaan jet terbesar di dunia.</p>
<p class="MsoNormal">Satu hal lagi, dia tidak penah bersosialisasi dengan masyarakat banyak. <span lang="IT">Sejak dulu setelah sampai di rumah, dia hanya membuat sendiri <em>pop corn</em> dan menonton televisi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Bill Gates, salah seorang yang terkaya di dunia, bertemu dengannya 5 tahun yang lalu. Awalnya pemilik <em>Microsoft</em> tersebut menjadwalkan pertemuannya dengan Buffet hanya setengah jam karena dia berpikir tidak mempunyai banyak hal yang harus dibicarakan dengannya. Namun setelah bertemu dengannya, dia betah sampai 10 jam. Dan Bill Gates menjadi curahan Warren Buffet.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Banyak hal yang bisa dipetik dari kehidudupan Warren Buffet. Terutama dari kesuksesannya, <span> </span>kesederhanaannya dan komitmen sosialnya. Setelah menjadi orang yang sukses, dia banyak memberikan nasihat kepada masyarakat dan kaum muda khusunya. </span></p>
<p class="MsoNormal">Di antara nasihat-nasihat Buffet adalah agar supaya hidup sederhana. <span lang="IT">Tentu saja ini didasarkan pada kehidupan Buffet sendiri. Kehidupan sederhana yang sangat positif itu dia anggap sangat layak diterapkan dalam kehidupan setiap individu. Karena dengan hidup sederhana itu tidak membuat orang tamak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Buffet mengingatkan bahwa uang bukanlah segala-galanya. Oleh karena itu, jangan sampai kehidupan kita diatur oleh uang. Karena, menurut Buffet, uang tidak membuat manusia tetapi manusialah yang membuat uang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Buffet juga menganjurkan agar jangan sampai melakukan apa yang orang lain katakan jika itu tidak sesuai dengan kemauan yang kita inginkan. Tapi menurutnya bukan berarti tidak mendengarkan. Dengarkanlah mereka, namun jangan kerjakannlah apa yang menjadi keyakinan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DE">Selain itu, dia menganjurkan jangan samapai terpengaruh oleh <em>trend. </em></span><span lang="IT">Sesuatu yang yang sudah menjadi <em>trend</em> itu belum tentu baik untuk kita. Maka dari itu dalam mengkonsumsi sesuatu, jangan sampai terpengaruh dengan branding tetapi pakailah sesuatu yang dirasa cocok.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Seperti pandangan pada umumnya, sikap boros, menurut Buffet, juga merupakan hal yang negatif. Untuk itu, dia menganjurkan agar membelanjakan uang seperlunya saja. Sikap bosor akan menjadikan kita banyak menghambur-hamburkan uang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Dan yang paling penting menurut Buffet adalah jangan sampai orang lain mengatur hidup kita, karena kita sendirilah yang berhak dan semestinya mengatur kehidupan kita sendiri.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=37&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/06/24/warren-buffet-si-kaya-yang-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/06/warren-buffet.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>NODA 100 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/18/noda-100-tahun-kebangkitan-nasional/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/18/noda-100-tahun-kebangkitan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 09:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang 100 tahun kebangkitan nasional, semua golongan dan lembaga beramai-ramai menyelenggarakan acara baik seminar, talk show, peryaan dengan mengambil tema kebangkitan nasional. Jika jalan-jalan di seputar Jakarta jangan heran jika sering menemukan tulisan sepanduk “menyambut 100 tahun kebangkitan nasioal”.
Tema 100 tahun kebangkita nasional ini makin menarik menjelang pemilihan umum 2009 nanti. Pasalanya, isu kebangkitan nasionol [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=32&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a href="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/kemiskinan2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-33" src="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/kemiskinan2.jpg?w=192&#038;h=144" alt="" width="192" height="144" /></a><span>Menjelang 100 tahun kebangkitan nasional, semua golongan dan lembaga beramai-ramai menyelenggarakan acara baik seminar, talk show, peryaan dengan mengambil tema kebangkitan nasional. Jika jalan-jalan di seputar Jakarta jangan heran jika sering menemukan tulisan sepanduk “menyambut 100 tahun kebangkitan nasioal”.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tema 100 tahun kebangkita nasional ini makin menarik menjelang pemilihan umum 2009 nanti. Pasalanya, isu kebangkitan nasionol ini merupakan isu yang sangat strategis untuk membangun citra agar supaya laku di pemilu nanti. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Karena isu strategis, penyelenggaraan acara yang berbau 100 tahun kebangkitan bangsa ini selalu diproyeksikan untuk mendukung salah satu kandidat yang akan menjadi calon RI 1. Entah karena inisiatif dari penyelenggara atau dari tokoh yang maju itu.</span></p>
<p><span id="more-32"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Namun apa pun juga bentuk dan tendensi dari penyelenggaran acara itu, yang harus menjadi perhatian bahwa bangsa kita mengalami pemiksinan dan pembodohan terus menerus. Meski telah sepuluh tahun berlalu reformasi dengan pengorbanan yang tidak sedikit, namun perjuangan kesejahteraan masyarakat masih menjadi angan-angan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Masyarakat tambah sakit lagi karena menjelang 100 tahun kebangkitan nasional mereka terpukul dengan kenaikan harga BBM. Apapun alasan pemerintah, ini tentu saja sangat melukai hati masyarakat yang telah memberi mandat untuk meminpin negeri ini. Bisa dipastikan, akibat dari kenaikan BBM ini jumlah orang miskin akan bertambah.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sebagai ganti dari kenaikan BBM ini, pemerintah katanya akan menyelenggrakan program BLT. Namun perogram BLT ini adalah tanda bahwa pemerintah tidak pernah belajar atas yang lalu-lalu. Bahwa BLT telah menyebabkan konflik di masyarakat karena program ini tidak tapat sasaran disebabkan, salah satunya, tidak adanya difinisi yang pasti tentang kemiskinan. Sehingga penyalurnya pun akan menuai kontrafersi bahkan konflik karena setiap daerah mempunyai persepsi sendiri-sendiri tentang difinisi kemiskinan yang berbeda dengan pemerintah.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=32&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/18/noda-100-tahun-kebangkitan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/kemiskinan2.jpg?w=192" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/18/30/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/18/30/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 May 2008 09:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=30&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/kemiskinan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-31" src="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/kemiskinan.jpg?w=448&#038;h=318" alt="" width="448" height="318" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=30&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/18/30/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/kemiskinan.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Film Nagabonar Bisa ditonton lagi</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/08/film-nagabonar-bisa-ditonton-lagi/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/08/film-nagabonar-bisa-ditonton-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 09:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Film Nagabonar]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Kesuksesan film Nagabonar Jadi 2 membuat penasaran pecinta film tanah air, terutama anak muda, terhadap skuel film Nagabonar. Karena itu, film yang pertama kali diputar sekitar 21 tahun yang lalu kini bisa dijumpai kembali di biosko-bioskop tanah air sejak Kamis (8/5). 
“Film ini dirilis kembali atas desakan kaum muda yang penasaran atas film yang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=26&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><a href="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/nagabonar1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-28" src="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/nagabonar1.jpg?w=200&#038;h=155" alt="Nagabonar" width="200" height="155" /></a><span>Kesuksesan film <em>Nagabonar Jadi 2</em> membuat penasaran pecinta film tanah</span><span> air, terutama anak muda, terhadap skuel film <em>Nagabonar</em>. Karena itu, film yang pertama kali diputar sekitar 21 tahun yang lalu kini bisa dijumpai kembali di biosko-bioskop tanah air sejak Kamis (8/5). </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Film ini dirilis </span><span>kembali atas desakan kaum muda yang penasaran atas film yang telah dilanjutkan dengan skuelnya <em>Nagabonar</em> <em>Jadi 2</em>” kata Deddy Mizwar pada jumpa pers terkait dengan peluncuran kembali film garapan sutradara MT Risyaf .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Selain itu, lanjut Deddy, berdasarkan bahan-bahan diskusi tentang <em>Nagabonar Jadi 2</em>, kaum muda saat ini </span><span>juga mendambakan film di luar genre yang mendominasi pasar sinema layar lebar Tanah Air saat ini, seperti film horor.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Seperti ap</span><span>a film <em>Nagabonar</em> ini? Silahkan nonton filmnya di bioskop dan bayar sendiri&#8230;ha&#8230;ha&#8230;.yang pasti filmnya sangat kocak dan lucu. Yah, tidak seperti perilaku pemerintah kita yang bertingkah tidak lucu. Korupsi&#8230;kolusi&#8230;nepotisme&#8230;.sogok&#8230;.suap&#8230;hukum dipelintir&#8230;.ah, boring&#8230; mending kita nonton nagabonar!<br />
</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=26&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/05/08/film-nagabonar-bisa-ditonton-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/05/nagabonar1.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Nagabonar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bijak Menanggapi Film Fitnah</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/04/11/bijak-menanggapi-film-fitnah/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/04/11/bijak-menanggapi-film-fitnah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 07:27:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Azymardi Azra]]></category>
		<category><![CDATA[Film Fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Geert Wilder]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[
Untuk kesekalian kalinya umat Islam dilecehkan akibat islamofobia yang terjadi di masyarakat Barat. Kali ini umat Islam disakiti dengan beredarnya film Fitnah yang dibuat oleh senator Belanda Geert Wilders. Sebelumnya, masyarakat islam juga dibuat gerah dengan munculnya karikatur yang melecehkan nabi Muhammad di Jelliand Postend di Denmark.
Film Fitnah ini menuai protes dari penjuru dunia. Bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=23&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/04/willders1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-25" src="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/04/willders1.jpg?w=97&#038;h=125" alt="geert wilders" width="97" height="125" /></a></p>
<p><a href="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/04/willders.jpg"></a>Untuk kesekalian kalinya umat Islam dilecehkan akibat islamofobia yang terjadi di masyarakat Barat. Kali ini umat Islam disakiti dengan beredarnya film Fitnah yang dibuat oleh senator Belanda Geert Wilders. Sebelumnya, masyarakat islam juga dibuat gerah dengan munculnya karikatur yang melecehkan nabi Muhammad di Jelliand Postend di Denmark.</p>
<p>Film Fitnah ini menuai protes dari penjuru dunia. Bukan hanya di negara-negara Islam tetapi juga di negara Belanda. Mereka semua mengecam film Fitnah ini yang dianggap melukai hati umat Islam.</p>
<p>Di Indonesia film ini di larang beredar. Bahkan YouTube, situs yang memuat film ini, diblokir. Presiden SBY langsung menyampaikan pelarangan beredarnya film tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa film tersebut telah melukai hati umat Islam.<span id="more-23"></span></p>
<p>Di Malaysia lebih parah lagi. Selain film ini dilarang beredar, mantan Perdana Menteri Mahadir Muhammad menyerukan untuk membaikot produk-produk belanda.</p>
<p>Meski terjadi banyak aksi dan protes atas film tersebut, namun dari segi kuantitas lebih banyak pada saat aksi menentang pemuatan karikatur nabi Muhammad. Ini, barangkali, salah satu bukti bahwa umat Islam semakin dewasa dalam menyikapi provokasi-provokasi yang datang dai luar Islam.</p>
<p>Memang seharusnya umat Islam tidak terpancing atas berbagai provokasi. Seperti kata Azymardi Azra, mantan rektor UIN Jakarta, “protes terhadap film tersebut sah-sah saja namun jangan sampai melakukannya dengan cara-cara kekerasan. Karena, aksi kekerasan malah akan menjutifikasi film Fitnah itu yang justru diinginkan oleh Geert Wilder”.</p>
<p>Maka, lakukanlah hal-hal yang positif. Jangan sampai melakukan kekerasan. Tunjukkan bahwa Islan agama yang mencintai kedamaian dan menentang kekerasan dalam bentuk apa-pun, termasuk kekerasan psikis yang dilakukan Geert Wilder terhadap umat Islam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=23&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/04/11/bijak-menanggapi-film-fitnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://betosendhi.files.wordpress.com/2008/04/willders1.jpg?w=97" medium="image">
			<media:title type="html">geert wilders</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demokratisasi Kehidupan Rakyat</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/29/demokratisasi-kehidupan-rakyat/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/29/demokratisasi-kehidupan-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 05:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Beto Sendhi
Sri Sultan Hemengkubuwono X bulan yang lalu mengungkapkan keputusannya untuk tidak menjadi Patih (Gubernur) mendatang. Keputusan tersebut kontan mendapat tangapan positif dari berbagai kalangan. Pembahasan kembali rancangan Undang-undang status Keistimewaan Yogyakarta adalah salah satu respon itu.
Pembahasan kembali tentang status Kesitimewan Yogyakarta ini dikarenakan selama ini status itu hanya label saja. Baik secara defato [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=12&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><i><span><font face="Times New Roman">Oleh Beto Sendhi</font></span></i></b><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Sri Sultan Hemengkubuwono X bulan yang lalu mengungkapkan keputusannya untuk tidak menjadi Patih (Gubernur) mendatang. Keputusan tersebut kontan mendapat tangapan positif dari berbagai kalangan. Pembahasan kembali rancangan Undang-undang status Keistimewaan Yogyakarta adalah salah satu respon itu.</font></span><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Pembahasan kembali tentang status Kesitimewan Yogyakarta ini dikarenakan selama ini status itu hanya label saja. Baik secara <i>defato</i> maupun <i>dejure</i>, dengan stutus itu tidak ada khas Yogyakarta sebagai daerah istimewa. Yogyakarta tidak jauh berbeda dengan daerah-daerah lain yang melaksanakan otonomi daerah yang tidak berstatus istimewa. Yang membedakan karena di Yogyakarta masih ada dualisme kepemimpinan: Sultan sebagai Patih dan Raja sekaligus. </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Karena itu, bagaimana saat ini menjadikan Yogyakarta benar-benar istimewa bukan hanya sekedar label. </font></span><span><font face="Times New Roman">Namun hal tersebut memunculkan banyak kekhawatiran rakyat akan masa depan Yogyakarta umumnya dan kraton khususnya. Pasalnya, dengan mundurnya Sultan sebagai Patih berarti wewenangnya hanya terbatas pada kebijakan-kebijakan yang hanya berhubungan dengan Kraton padahal rakyat Yogyakarta masih mengakui Sultan sebagai sosok yang harus diikuti titahnya.</font></span><span><font face="Times New Roman"><span id="more-12"></span>Lalu akan seperti apa pengaruh kraton terhadap kehidupan rakyatnya beberapa generasi kemudian, jika peran Kraton hanya terbatas pda pelestarian budaya dan penjaga tanah-tanah? Jangan-jangan kehidupan Kraton, yang penuh dengan nilai-nilai bijaksana, hanya menjadi situs budaya itu sendiri dan tidak menginspirasi kehidupan rakyatnya, pasalnya Kraton (baca; Sultan) tidak sepenuhnya lagi berhubungan langsung dengan kahidupan rakyat. Apalagi seperti sekarang ini dimana budaya massa makin perkasa yang dicipta oleh media.</font></span><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Selain itu, dengan dirumuskannya Undang-undang keistimewaan Yogyakarta berarti juga ada proses rasionlaisasi dalam segala aspek kehidupan masyarakat Yogyakarta. Artinya, kehidupan masyarakat Yogyakarta akan ditentukan berdasarkan suara-suara rakyat, bukan lagi berdasarkan Kraton yang bersifat mitis. Bahkan kraton sendiri wewenangnya akan ditentukan oleh rakyat.<span>  </span></font></span><span><font face="Times New Roman">Pembahsan kembali status Keistimewaan Yogyakarta sendiri merupakan keniscayaan sejarah dengan berkembangnnya demokrasi dalam kerangka <i>nation-state</i>. Keputusan Negeri Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Negeri Kadipaten Pakualaman untuk masuk dalam NKRI berarti juga dengan kesadaran penuh menyepakati sistem kehidupan demokratis yang dianut negara ini. </font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Namun, butuh waktu lama untuk beralih dari kehidupan kraton menuju kehidupan demokrasi seperti sekrang ini.</font></span><span><font face="Times New Roman">Langkah Sultan untuk tidak mencalonkan diri kembali ini adalah sebentuk kesadaran sejarah yang dimiliki seorang Sultan yang diwarisi dari leluhurnya. Artinya, langkah ini bisa dibaca sebagai komitmen Sultan untuk membangun demokrasi di daerah Yogykarta yang selama ini belum terlaksana sepenuhnya sejak masa Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII. </font></span><span><font face="Times New Roman"></font></span></p>
<p><span><font face="Times New Roman">Akhirnya, ini semua harus diapresiasi oleh masyarakat untuk membangun Yogyakarta dalam nuansa demokratis dan tentunya dengan tetap mengindahkan kehidupan kraton yang penuh dengan nilai-nilai luhur.</font></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=12&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/29/demokratisasi-kehidupan-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru: Oemar Bakri yang Malang</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/27/guru-oemar-bakri-yang-malang/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/27/guru-oemar-bakri-yang-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 14:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/27/guru-oemar-bakri-yang-malang/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Beto Sendhi
(Tulisan ini Pernah dimuat di Jawa Pos)
Lakob “pahalawan tanpa tanda jasa” yang dilabelkan kepada sosok guru telah membentuk kesadaran masyarakat tersendiri. Tugas guru hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa mengurus kesejahteraannya sebagai manusia. Maka, jika Guru menuntut kenaikan gaji, mayarakat dengan nada sinis mengatakan itu talah mencemari niat baikanya sebagai pendidik bangsa. Seolah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=7&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><address><b><i><span>Oleh Beto Sendhi</span></i></b></address>
<address><i><span>(Tulisan ini Pernah dimuat di Jawa Pos)</span></i></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Lakob “pahalawan tanpa tanda jasa” yang dilabelkan kepada sosok guru telah membentuk kesadaran masyarakat tersendiri. Tugas guru hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa mengurus kesejahteraannya sebagai manusia. Maka, jika Guru menuntut kenaikan gaji, mayarakat dengan nada sinis mengatakan itu talah mencemari niat baikanya sebagai pendidik bangsa. Seolah, guru tidak mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Guru juga manusia. Mereka mempunyai tanggungjawab terhadap keluarganya. Mereka butuh biaya untuk menyekolahkan anaknya, biaya kesehariannya dan untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya. Jika seorang guru tidak dapat kesejahteraan dari sekolah, lalu dari mana?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Banyak tempat lain untuk mendapatkan pekerjaan sekedar mencari tambahan. Masalahnya, jika mereka mencari tambahan di tempat lain, tugas keguruannya akan terbengkalai dan mereka tidak akan professional. Konsentrasi mereka akan terpecah. Mereka harus memperhatiak dua hal secara bersamaan. Jika demikian, salah satunya harus terbengkalai. Yang seringkali terjadi, seorang guru akan meremehkan tugasnya di sekolah. Pasalanya, mereka segan pada atasannya. Sementara di sekolah tidak demikian bahkan seringkali disambut gembira oleh murid.</span></p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Lalu harus bagaimana? Kita seharunya memperjuangkan kesejahteraan guru sebelum kita menuntut keprofesionalan mereka. Dengan harapan, mereka tidak terlambat karena harus menemui teman kerjanya atau atasannya dan juga mempersiapkan mata pelajaran yang akan diajarkan karena tidak ada tugas kantor yang harus dikerjakan. Singkatnya, mereka harus fokus ke satu pekerjaan, yaitu mengajar dan mengajar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Faktor guru merupakan faktor yang paling penting dalam pendidikan—walaupun tidak satu-satunya. Sebaik apa pun sistem dan kurikulum yang diterapkan jika tidak didukung dengan profesionalisme guru, ia bisa dipastikan akan mandul. Apalagi sekarang adalah zaman Kurikulum Berbasis Konpetensi (KBK) di mana inprovisasi dan kreatifitas guru di sekolah untuk menggali potensi dan keahlian murid sangatlah diperlukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Persepsi masyarakat terhadapa guru adalah sosok Oemar Bakri. Dia pergi ke sekolah menggunanakan sepeda <i>ontel, </i>berpakaian dan bersepatu sederhana dan seadanya, dan juga gajinya pas-pasan. “Oemar Bakri” adalah <i>nir</i>-manusia yang tidak boleh ikut perkembangan zaman. Mereka harus menjaga kesederhanaan dan ketawaduaan. Maka jika guru menuntut kenaikan gaji dilarang, karena menyalahi kodratnya sebagai “Oemar Bakri”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Persepsi masyarakat Indonesia itu bebanding terbalik dengan “apresiasi” mereka terhadap guru. Di satu sisi memang diakui bahwa guru di mayarakat mendapat tempat yang terhormat. Mereka dijunjung tinggi dan dihargai. Jika ada acara mereka akan ditempatkan di barisan paling depan. Namun di sisi yang lain, dalam kesejahteraan materi, mereka tidak terjamin. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sepertinya, pemerintah juga dari tahun ke tahun hanya memfokuskan pada sistem dan kurikulum. Setiap terjadi pergantian rezim, kurikulum ikut berubah. Dan ini selalu berulang-ulang terus. Ini disebabkan oleh pemikiran pemerintah yang abstrak, tidak melihat realitas konkrit yang ada di seluruh masyarakat baik di desa maupu di kota. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Namun, tolak ukur yang menjadi pegangan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan hanya sekolah-sekolah yang ada di kota yang sudah relatif maju. Sehingga, <i>problem solving </i>yang ditawarkan berkutat pada sistem dan kurikulum itu tadi. Tidak mungkin mempermasalahkan tentang bangunan dan gaji guru, karena semua itu sudah relatif mapan. Di desa, sekolah masih berkutat pada masalah yang paling mendasar, yaitu bangunan yang hampir roboh, guru setiap hari hanya satu dan dua orang saja, dan kurangnya fasilitas untuk belajar seperti ruang perpustakaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Oleh Karen itu, untuk membangun pendidikan di Indonesia, yang tentunya bukan hanya terletak di perkotaan, maka terlebih dahulu menyelesaikan pesoalan mendasar pendidikan itu. Harapannya, tidak ada kesenjangan yang jauh antara pendidikan di desa dan di kota. Seperti yang kita lihat, sekolah di kota-kota besar setiap saat makin maju, sedangkan di desa keadannya statis bahkan tembah mundur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Umumnya, sekolah di desa, terutama sekolah swasta, yang bisa bertahan secara garis besar karena dua aspek. <i>Pertama, </i>faktor guru dan <i>kedua,</i> masyarakat. Sekolah yang bisa bertahan karena adanya guru yang berdedikasi tinggi. Kadang, walaupun mereka menangani dua sampai empat kelas setiap harinya dan dengan gaji yang tidak layak, mereka rela bertahan. Alasannya, karena ingin mengabdi. Faktor masyarakat juga sangat mempengaruhi. Tidak jarang kita melihat bangunan sekolah hasil dari iuran masyarakat setempat yang dikumpulan setiap saat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Namun kondisi ini sangat menghawatirkan. Sekolah yang demikian biasanya hanya berusaha bagaimana caranya untuk bisa <i>survive, </i>bukan mengejar mutu. Nah, ini sebenarnya yang menjadi pijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Gerekan pendidikan kembali ke desa <i>(back to village)</i> perlu diterapkan dalam rangka membangun pendidikan di desa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Langkah awal untuk menerapkan kebijakan ini adalah usaha untuk mensejahterakan guru. Sebab guru adalah patokan utama <i>servive</i>-nya sekolah di desa. Jika guru sudah sejahtera, mereka akan bertambah semangat dan akan tambah fokus pada profesinya sebagai guru dan juga akan lebih banyak orang yang berminat menjadi guru di daerah-daerah yang terpencil sekalipun. Tentu bukan hanya pengawai negeri yang perlu disejahterakan tetapi juga guru yang swasta. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=7&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/27/guru-oemar-bakri-yang-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melihat Kembali “Identitas” Kita</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/27/melihat-kembali-%e2%80%9cidentitas%e2%80%9d-kita/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/27/melihat-kembali-%e2%80%9cidentitas%e2%80%9d-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 13:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://betosendhi.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[oleh Beto Sendhi
 
Judul 		: in the Name of Identity
Penulis 	: Amin Maalouf
Penerbit 	: RESIST BOOK
Cetakan I 	: November 2004
Tebal 		: 180 halaman
Dalam persepsi banyak orang ia hanya menunjuk pada hal-hal sederhana. Jika ada orang yang menanyakannya, mereka reflek merogoh saku, membuka dompet dan berkata, inilah identitasku! Sekeping kartu yang berisi tulisan tentang nama, alamat, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=6&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><address>oleh Beto Sendhi</address>
<address> </address>
<address><span>Judul 		: in the Name of Identity<br />
Penulis 	: Amin Maalouf<br />
Penerbit 	: RESIST BOOK<br />
Cetakan I 	: November 2004<br />
Tebal 		: 180 halaman</span></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dalam persepsi banyak orang ia hanya menunjuk pada hal-hal sederhana. Jika ada orang yang menanyakannya, mereka reflek merogoh saku, membuka dompet dan berkata, inilah identitasku! Sekeping kartu yang berisi tulisan tentang nama, alamat, tanggal lahir, daerah, propensi, kebupaten, kecamatan, dan desa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dan juga, dalam banyak kesempatan, di buku-buku, di tempat-tempat diskusi atau di tempat mana saja orang membahas identitas selalu menunjuk pada pertalian-pertalian utama dalam kehidupannya. Pertalian itu adalah bahasa, warna kulit, etnis, kebangsaan, kelas dan agama. Benarkah hanya itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Nah, karena persepsi sederhana atas identitas ini nantinya melahirkan banyak klaim tidak tepat terhadap masalah sosial. Mereka mudah menjeneralisir setiap orang di bawah “judul” kekerasan yang sama. Akibatnya, orang-orang alim, sering berbuat baik, gemar menghargai orang lain serta merta diklaim menjadi orang jahat karena ulah segelintir orang yang kebetulan mempunyai unsur-unsur identitas yang sama.<span>  </span>Dengan mudahnya mereka mengatakan “orang Islam jahat”, “orang Kristen angkuh”, “Warga Serbia Pembantai”, “Warga Inggris Penakluk”. Kita juga ungkapkan penilaian-penilain pukul rata pada semua orang, dengan menjuluki mereka ‘pekerja keras” dan “banyak akal”, “mudah tersinggung”, “culas”, “angkuh”, atau “keras kepala”. Ini tidak jarang menyebabkan pertumpahan darah di antara mereka.</span></p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pasaca tragedi WTC (World Trade Center), suasana dunia makin memanas. Terutama sekali hubungan antara Barat (Amerika) dan Timur (Islam). Al-Qaeda sebagai garis keras kelompok Islam tertuduh sebagai dalang di balik trgedi itu. Islam kemudian menjadi objek kebencian. Orang-orang Islam di banyak tempat menjadi tarjet ejekan. Bersamaan dengan itu, keluarlah kata ejekan di atas terhadap Islam. Bahwa Islam itu culas, angkuh, keras kepala dan lain seterusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Buku Amin Maalouf, <i>in the Name of Identity</i> ini membahas tentang persoalan identitas itu. Karena pengetahuan pengarangnya yang luas, buku ini terasa kaya pembahasan. Bukan hanya masalah identitas melulu, namun ia dibingkai dengan beragam isu-isu grand narasi modernitas, globalisasi dan kapitalisme. Di tambah lagi, penuturannya yang sangat lugas dan jelas dengan ditopang dengan bahasa yang sederhana membuat buku ini mudah dicerna. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Selain itu, sisi lain kelebihan buku ini adalah pengungkapan data-data sederhana namun signifikan. Sebagai seorang wartawan, Maalouf berhasil merekam kejadian-kejadian sepele mungkin banyak ditemukan di sekitar tempat kita yang tidak mendapatkan perhatian. Namun bagi Maalouf, ia menjadi amat berharga menyokong ide-idenya. Ramuan-ramuan dari kejadian-kejadian itu menjadi cerita memperjelas apa yang dimaksudkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Yang ingin di tegaskannya dalam buku ini bahwa identitas adalah tunggal namun mempunyai pertalian atau unsur-unsur yang sangat kompleks. Adalah salah jika kita mengatakan bahwa identititas adalah sederhana dan hanya mempunyai satu pertalian atau unsur-unsur utama sebagaimana diasumsikan banyak orang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Menurut Maalouf, identitasnya adalah apa yang mencegah dirinya identik dengan orang lain. Didefinisikan seperti ini, karena identitas merefleksisikan sebuah gagasan yang cukup presesi—gagasan yang secara teori mestinya tidak menimbulkan kebingungan. Sungguhkah kita membutuhkan argumen panjang untuk membuktikan bahwa tak ada dan tak bakal ada individu yang identik? Bahkan sekalipun dalam waktu dekat ini seseorang berhasil–seperti yang kita takutkan—mengkloning manusia, hasil kloning itu paling banter hanya akan identik pada waktu kelahirannya, begitu mulai hidup mereka akan mulai berbeda. (hlm. 10)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hidup adalah pencipta keberbedaan. Tak ada “reproduksi” yang pernah identik. Identitas individu tersusun dari sejumlah unsur. Bukan hanya terbatas pada pada hal-hal khusus sebagaimana tercantum dalam catatan resmi dan tidak juga pada pertalian-pertalian utama, ia jauh lebih panjang. Seorang bisa lebih atau kurng terikat pada suatu provensi, desa, kecamatan, klan, tim profesional, kelompk diskusi, serikat buruh, preferensi seksual yang sama, organisasi, seterusnya dan seterusnya. Jika satu ikatan komplek melekat pada seseorang, ia tidak akan pernah terjadi pada orang lain dengan cara yang sama. Inilah yang membuat manusia itu unik dan tidak akan tergantikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Yang paling penting untuk ditegaskan bahwa tidak ada di antara pertalian-pertalian itu yang sama-sama kuat, seperti juga tidak ada yang tidak penting. Semuanya adalah komponen kepribadian. Bisa jadi kejadian sesaat mempengaruhi pengertian identitas kita lebih kuat dari afiliasi kuno manapun. Maalouf mencontohkan pertemuan seorang wanita Muslim dan pria Serbia—secara primordial mereka berseteru—yang saling jatuh cinta lalu menikah. Bagaimana identitasnya? Mereka tidak merasakan dengan cara sama seperti dulu. Pandangan mereka akan agama dan ibu pertiwi tidak akan seperti sebelumnya. Ikatan-ikatan yang diturunkan oleh Orang Tuanya akan ditangkap secara berbeda dan dibubuhi dengan kepentingan berbeda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Oleh karena itu, kata Maalouf, tidak ada satu pun pertalian mempunyai pertalian absolut. Meski ada hirarki dalam unsur-unsur itu, namun ia tidak tetap selamanya.<span>  </span>Ketika orang merasa iman mereka terancam, maka afiliasi religiuslah yang mencerminkan identitas mereka, namun ketika bahasa ibu atau etnis mereka dalam bahaya, mereka berperang walaupun mereka memeluk satu agama. Contohnya, orang Kurdi dan orang Turki sama-sama Muslim, walaupun mereka berbahasa yang berlianan, apakah ia bisa menghentikan mereka saling membantai? Orang Tutsi dan Husu sama-sama orang Katolik dan mereka berbicara dengan bahasa yang sama, tapi apakah itu mampu menghentikan aksi menyembelih satu sama lain? Orang-orang Ceko dan Slovakia juga sama-sama Katolik, tapi pakah ia bisa membantu mereka hidup berdampingan?(hlm. 13)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sungguh! membaca buku ini sangtlah ringan. Munkin karena penulisnya adalah novelis. Tidak seperti membaca buku non-fiksi biasanya. Karenanya, saya melahapnya di waktu santai, di teras kampus saat menunggu kehadiran dosen. Bahkan sebelum membuka buku ini, saya yakin ini novel. Design bukunya, judul dan juga strukturnya: tidak ada daftar isi, hanya ada sub-sub judul. Ada empat sub judul: <i>Identitas Saya, Pertalian Saya; Modernitas “Yang Lain”; Zaman Suku-suku Global; Menjinakkan Sang Macam. </i></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Namun demikian, buku ini tetap signifikan bukan hanya karena “suara waras yang langka” <i>(New York Times Review of Book), </i>namun juga karena memberikan pemahaman akan hakikat identitas di tangah kerusuhan global akhir-akhir ini akibat komflik identitas itu. Karenanya kita tidak akan lagi menganggap jika kerusuhan dilakukan oleh orang Islam, itu berarti Islam yang jelek, atau orang Kristen, Kristen jelek, bukankah semua agama penuh Rahmat? Kita butuh mengatakan “di Islam ada Kristen dan di Kristen ada Islam atau juga di agama lainnya”, bukankah kebenaran itu universal?</span></p>
<p><!--more--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=6&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/27/melihat-kembali-%e2%80%9cidentitas%e2%80%9d-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/22/hello-world/</link>
		<comments>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/22/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 16:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sendhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=1&subd=betosendhi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/betosendhi.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/betosendhi.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/betosendhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/betosendhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/betosendhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/betosendhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/betosendhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/betosendhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/betosendhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/betosendhi.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/betosendhi.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/betosendhi.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=betosendhi.wordpress.com&blog=3243885&post=1&subd=betosendhi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://betosendhi.wordpress.com/2008/03/22/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1a3339e09657c02a9f767d10488fd749?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">sendhi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>