Menjelang 100 tahun kebangkitan nasional, semua golongan dan lembaga beramai-ramai menyelenggarakan acara baik seminar, talk show, peryaan dengan mengambil tema kebangkitan nasional. Jika jalan-jalan di seputar Jakarta jangan heran jika sering menemukan tulisan sepanduk “menyambut 100 tahun kebangkitan nasioal”.
Tema 100 tahun kebangkita nasional ini makin menarik menjelang pemilihan umum 2009 nanti. Pasalanya, isu kebangkitan nasionol ini merupakan isu yang sangat strategis untuk membangun citra agar supaya laku di pemilu nanti.
Karena isu strategis, penyelenggaraan acara yang berbau 100 tahun kebangkitan bangsa ini selalu diproyeksikan untuk mendukung salah satu kandidat yang akan menjadi calon RI 1. Entah karena inisiatif dari penyelenggara atau dari tokoh yang maju itu.
Namun apa pun juga bentuk dan tendensi dari penyelenggaran acara itu, yang harus menjadi perhatian bahwa bangsa kita mengalami pemiksinan dan pembodohan terus menerus. Meski telah sepuluh tahun berlalu reformasi dengan pengorbanan yang tidak sedikit, namun perjuangan kesejahteraan masyarakat masih menjadi angan-angan.
Masyarakat tambah sakit lagi karena menjelang 100 tahun kebangkitan nasional mereka terpukul dengan kenaikan harga BBM. Apapun alasan pemerintah, ini tentu saja sangat melukai hati masyarakat yang telah memberi mandat untuk meminpin negeri ini. Bisa dipastikan, akibat dari kenaikan BBM ini jumlah orang miskin akan bertambah.
Sebagai ganti dari kenaikan BBM ini, pemerintah katanya akan menyelenggrakan program BLT. Namun perogram BLT ini adalah tanda bahwa pemerintah tidak pernah belajar atas yang lalu-lalu. Bahwa BLT telah menyebabkan konflik di masyarakat karena program ini tidak tapat sasaran disebabkan, salah satunya, tidak adanya difinisi yang pasti tentang kemiskinan. Sehingga penyalurnya pun akan menuai kontrafersi bahkan konflik karena setiap daerah mempunyai persepsi sendiri-sendiri tentang difinisi kemiskinan yang berbeda dengan pemerintah.



kemiskinan yang paling miskin itu sebenarnya sedang menghinggapi para pejabat korup.. mereka sangat miskin… bth dibangkitkan kesadarannya.. utk menjadi orang kaya..
terima kasih atas kunjungannya. Setuju, mereka sangat miskin secara jiwa walaupun bergelimang materi.